Emas Melonjak, Deal Iran Tekan Dolar AS
Harga emas menguat tajam pada Kamis (11/6) setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Amerika Serikat dan Iran semakin dekat dengan kesepakatan yang dapat membuka kembali arus kapal melalui Selat Hormuz. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.212/oz, naik lebih dari 3%, setelah sempat jatuh ke area US$4.023/oz pada sesi sebelumnya.
Katalis utama datang dari perubahan sentimen geopolitik. Trump menyebut kesepakatan dengan Iran bisa ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, sementara laporan dari Fars menyebut peluang persetujuan teks kesepakatan meningkat setelah AS menerima usulan Iran. Jika Hormuz kembali dibuka, tekanan pada harga minyak dapat mereda dan risiko inflasi energi ikut turun.
Dolar AS melemah setelah pasar mengurangi permintaan terhadap aset safe haven. DXY turun ke sekitar 99,66, memberi dorongan tambahan bagi emas karena logam ini menjadi lebih murah bagi pembeli non-dolar. Reuters juga melaporkan dolar dan minyak melemah setelah Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran, sementara aset berisiko menguat.
Meski emas rebound, tekanan fundamental belum sepenuhnya hilang. Data PPI AS Mei naik 6,5% YoY, lebih tinggi dari 5,7% pada April dan sedikit di atas estimasi 6,4%. Namun core PPI bertahan di 4,9% YoY, lebih rendah dari konsensus 5,4%, sehingga pasar membaca tekanan inflasi inti tidak seburuk yang dikhawatirkan.
Data tenaga kerja juga memberi sinyal pelemahan ringan. Initial jobless claims naik menjadi 229 ribu, di atas ekspektasi 219 ribu. Kombinasi PPI utama yang panas, core PPI yang lebih jinak, dan klaim pengangguran yang meningkat membuat pasar tetap menilai The Fed kemungkinan berhati-hati, meski ekspektasi kenaikan suku bunga menjelang akhir 2026 belum hilang.
Untuk saat ini, pemulihan emas lebih banyak ditopang oleh pelemahan dolar dan meredanya risiko serangan AS ke Iran. Namun arah berikutnya masih bergantung pada konfirmasi kesepakatan, pembukaan Hormuz, data sentimen konsumen Michigan, dan sinyal The Fed. Selama harga bertahan di atas area US$4.200, pasar akan melihat apakah rebound ini hanya short-covering atau awal stabilisasi yang lebih luas.(Arl)*
Sumber : Newsmaker.id