Wall Street Menguat saat Pasar Berspekulasi Perang Timur Tengah Segera Berakhir
Saham AS menguat pada Rabu (1/3), sementara harga minyak melemah, mengawali bulan April di tengah meningkatnya harapan bahwa perang AS-Iran mendekati akhir. S&P 500 naik 0,72% dan ditutup di 6.575,32, sedangkan Nasdaq Composite bertambah 1,16% ke 21.840,95. Dow Jones Industrial Average naik 224,23 poin atau 0,48% dan berakhir di 46.565,74.
Sentimen pasar membaik setelah Presiden Donald Trump menulis di Truth Social pada Rabu pagi bahwa presiden Iran telah meminta AS untuk gencatan senjata. Namun Trump menambahkan AS baru akan mempertimbangkan tawaran itu ketika Selat Hormuz “terbuka, bebas, dan aman.” Dalam unggahan tersebut, Trump juga menyatakan operasi militer AS akan berlanjut hingga syarat itu terpenuhi.
Pernyataan itu menyusul komentar Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa malam, ketika ia mengatakan memperkirakan pasukan militer AS akan meninggalkan Iran dalam “dua atau tiga minggu.”
Harga minyak melemah setelah komentar tersebut, seiring pasar menilai kemungkinan deeskalasi dapat mengurangi risiko gangguan suplai energi. Kontrak berjangka WTI turun 1,24% dan ditutup di US$100,12 per barel, sementara Brent turun 2,7% dan menetap di US$101,16 per barel.
“Pasar seperti sedang membaca bahwa kemungkinan ada semacam resolusi dalam beberapa pekan ke depan,” kata Patrick Ryan, chief investment strategist dan head of multi-asset solutions di Madison Investments.
Optimisme terkait potensi berakhirnya perang juga mendorong reli saham pada Selasa, hari perdagangan terakhir di bulan Maret.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id