• Mon, Mar 30, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

30 March 2026 07:40  |

Saham Asia Tertekan, Minyak Melonjak saat Konflik Iran Meluas

Saham global melemah dan harga minyak menguat setelah ketegangan di Timur Tengah meningkat, dipicu masuknya pasukan Houthi yang didukung Iran ke dalam konflik serta bertambahnya kehadiran militer AS. Pasar menilai eskalasi ini memperbesar peluang konfrontasi berkepanjangan dan mempertahankan premi risiko energi.

Di Asia, bursa Jepang dan Australia turun, sementara saham Korea Selatan merosot sekitar 5%. MSCI Asia Pacific Index turun hampir 2% pada pembukaan. Kontrak berjangka indeks saham AS ikut melemah mendekati 1% ketika konflik memasuki pekan kelima, dengan kenaikan minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mengancam laju pertumbuhan. Di Wall Street, penurunan pekan lalu memperpanjang tren pelemahan terpanjang sejak 2022.

Minyak menguat tajam, dengan Brent naik lebih dari 3% ke sekitar $116 per barel. Dolar AS, yang menjadi aset lindung nilai pilihan selama perang, naik tipis 0,1% dan mencatat penguatan hari kelima beruntun. Yen bertahan di sekitar 160 per dolar, sementara aluminium melonjak 5%.

Perkembangan militer turut memperburuk sentimen. Israel kembali menyerang Teheran, Saudi Arabia mencegat hampir selusin drone, dan kelompok Houthi meluncurkan serangan rudal ke Israel. Laporan juga menyebut Trump mempertimbangkan operasi untuk mengekstraksi hampir 1.000 pon uranium dari Iran, sementara tambahan pasukan AS tiba di kawasan, memicu kekhawatiran skenario operasi darat.

Kenaikan minyak memperbesar tekanan pada aset berisiko karena memperkuat ekspektasi inflasi dan mendorong repricing suku bunga. Obligasi pemerintah melemah, yield naik, dan pasar swap suku bunga tidak lagi memberi peluang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini; sebagian investor bahkan mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan. Bitcoin turut melemah ke bawah $66.000 setelah jatuh tempo opsi besar dan arus keluar dari ETF kripto berlanjut.

Sejumlah analis menilai pasar memasuki fase “capital preservation,” di mana posisi yang sebelumnya kuat menjadi rentan profit taking dan unwinding. Macquarie memperingatkan minyak bisa mencapai $200 per barel bila perang berlanjut hingga Juni dan Hormuz tetap tertutup, meski skenario dasar mereka tetap mengarah pada peluang perang berakhir lebih cepat. Fokus pasar kini tertuju pada eskalasi lanjutan, arah minyak, dan apakah tekanan inflasi akan memaksa kebijakan moneter tetap ketat lebih lama.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Risk-Off, Minyak Melonjak Lagi di Tengah Perang I...

Bursa Asia-Pasifik melemah pada Kamis, ketika investor masih bergulat dengan volatilitas harga minyak dan meningkatnya ketega...

12 March 2026 07:32
BIAS23.com NM23 Ai