Dow Anjlok Hampir 800 Poin, Masuk Zona Koreksi; S&P 500 Catat Rugi Lima Pekan
Saham AS jatuh pada Jumat (27/3), dengan Dow Jones Industrial Average merosot hampir 800 poin dan masuk wilayah koreksi, di tengah kekhawatiran pasokan energi yang kembali menguat setelah insiden di Selat Hormuz mendorong harga minyak Brent bertahan di atas $110 per barel. Komentar terbaru Presiden AS Donald Trump juga tidak cukup mendorong investor untuk kembali agresif mengoleksi saham.
Pada perdagangan terakhir, Dow turun 792,67 poin atau 1,72%. S&P 500 melemah 1,67%, sementara Nasdaq Composite turun 2,15%.
Secara mingguan, S&P 500 membukukan penurunan untuk lima pekan beruntun, turun sekitar 2% dalam periode tersebut. Nasdaq tertekan lebih dari 3% untuk pekan berjalan, sedangkan Dow turun hampir 1%.
Tekanan Jumat datang sehari setelah Nasdaq pada Kamis masuk wilayah koreksi dan bergerak hampir 13% di bawah rekor Oktober. Dow juga memasuki zona koreksi secara intraday pada Jumat, dan berada sekitar 10,5% di bawah level tertinggi 52 minggu. S&P 500 tercatat turun sekitar 9% dari rekor tertingginya.
Kombinasi pelemahan ekuitas dan penguatan minyak menegaskan transmisi utama pasar saat ini: ketika risiko energi meningkat, kekhawatiran inflasi dan biaya korporasi ikut naik, sehingga sentimen terhadap aset berisiko memburuk. Pelaku pasar akan memantau perkembangan di Selat Hormuz, arah harga minyak, serta apakah tekanan ini meluas ke volatilitas dan arus keluar dari saham berkapitalisasi besar.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id