Gold Kembali ke $4200, Pasar Menunggu Bukti Deal Iran
Harga emas bertahan dekat US$4.220/oz setelah mencatat kenaikan harian terbesar sejak Maret. Penguatan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran bisa ditandatangani paling cepat akhir pekan ini, sehingga pasar mulai menilai risiko perang dan gangguan energi dapat mereda.
Emas spot naik tipis 0,2% ke US$4.221,31/oz pada pukul 08.30 waktu Singapura, setelah sebelumnya melonjak 3,4%. Perak ikut menguat 0,5% ke US$67,63/oz, sementara platinum dan palladium juga naik. Dolar AS sedikit menguat 0,1%, tetapi belum cukup menekan pemulihan emas setelah pelemahan tajam dolar pada sesi sebelumnya.
Katalis utama datang dari perubahan nada Trump. Ia menyebut pemimpin tertinggi Iran telah menyetujui kesepakatan damai, meski mengakui perjanjian itu belum final dan masih bersifat konseptual. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Teheran. Sebelumnya, Trump juga membatalkan rencana serangan udara hari ketiga ke Iran setelah dua hari serangan AS dan respons Iran berupa pengumuman penutupan Selat Hormuz.
Secara fundamental, pasar emas masih berada di antara dua tekanan besar. Jika deal AS–Iran benar-benar tercapai dan Hormuz kembali dibuka, risiko inflasi energi bisa turun, dolar melemah, dan emas mendapat dukungan jangka pendek. Namun jika kesepakatan gagal, harga minyak dapat kembali naik, inflasi bertahan tinggi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral bisa kembali menekan emas.
Meski rebound, emas masih sekitar seperlima di bawah level sebelum perang Iran dimulai pada akhir Februari. Penurunan sebelumnya hingga menembus moving average 200 hari memicu tekanan jual teknikal dan sempat membawa harga mendekati US$4.000/oz. Untuk saat ini, pasar akan memantau konfirmasi dari Iran, perkembangan Hormuz, arah harga minyak, dan apakah emas mampu bertahan di atas area US$4.200/oz.(Asd)*
Sumber: Newsmaker.id