• Wed, Apr 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

27 March 2026 22:46  |

Wall Street Dibuka Melemah, Penundaan Serangan ke Iran Hanya Beri Ketenangan Terbatas

Wall Street dibuka melemah pada Jumat, 27 Maret 2026, setelah pasar menilai penundaan tenggat serangan terhadap Iran hanya memberi ketenangan yang sangat terbatas. Reuters melaporkan ketiga indeks utama AS bergerak turun karena konflik Timur Tengah yang telah memasuki bulan kedua masih terus membebani sentimen investor. Meski Presiden Donald Trump kembali memperpanjang tenggat agar Iran membuka Selat Hormuz, pasar tetap skeptis bahwa kedua pihak akan segera mencapai kesepakatan.

Kekhawatiran pasar terutama datang dari lonjakan harga minyak yang terus memicu risiko inflasi global. Reuters melaporkan harga minyak naik hampir 3% pada hari itu, dengan Brent mencapai sekitar $110,55 per barel dan WTI di sekitar $97,84 per barel. Kenaikan biaya energi ini memberi tekanan pada saham-saham yang sensitif terhadap konsumsi dan biaya operasional, seperti maskapai penerbangan, operator kapal pesiar, dan sektor discretionary. Pada saat yang sama, kenaikan minyak juga memperkuat pandangan bahwa The Fed kemungkinan tidak akan memangkas suku bunga tahun ini.

Selain tekanan dari energi, pasar saham AS juga dibebani oleh meningkatnya volatilitas dan memburuknya sentimen konsumen. Reuters mencatat indeks volatilitas CBOE atau VIX naik, menandakan pelaku pasar semakin defensif menghadapi headline geopolitik yang berubah cepat. Data sentimen konsumen University of Michigan juga turun ke 53,3, mencerminkan kehati-hatian rumah tangga di tengah mahalnya energi dan ketidakpastian ekonomi. Dalam kondisi seperti ini, saham teknologi ikut tertekan, sehingga Nasdaq makin dalam berada di wilayah koreksi.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati apakah ada sinyal de-eskalasi yang lebih kredibel dari konflik Iran, pergerakan harga minyak, serta komentar pejabat Federal Reserve mengenai inflasi dan suku bunga. Selama pasar masih menilai perang berpotensi berlarut dan harga energi tetap tinggi, Wall Street berisiko tetap bergerak rapuh. Reuters juga melaporkan S&P 500 dan Nasdaq sedang menuju minggu kelima pelemahan berturut-turut, yang menunjukkan tekanan di pasar saham AS masih belum benar-benar mereda.(CP)

Sumber: Newsmaker.id(CP)

 

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Risk-Off, Minyak Melonjak Lagi di Tengah Perang I...

Bursa Asia-Pasifik melemah pada Kamis, ketika investor masih bergulat dengan volatilitas harga minyak dan meningkatnya ketega...

12 March 2026 07:32
BIAS23.com NM23 Ai