Dow Turun Lebih dari 450 Poin, Tertekan Lonjakan Minyak dan Keraguan Negosiasi Iran
Bursa saham AS melemah pada Kamis (26/3), terbebani lonjakan harga minyak ketika investor terus memantau perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah dan arah negosiasi terkait Iran. S&P 500 turun 1,74%, Nasdaq Composite melemah 2,38%, sementara Dow Jones Industrial Average turun sekitar 470 poin atau 1,01%.
Harga minyak yang kembali naik menjadi pemicu utama tekanan pada ekuitas. Kontrak berjangka Brent melompat sekitar 5% hingga menembus $108 per barel, sementara WTI naik sekitar 5% ke atas $94 per barel. Kenaikan energi memperkuat kekhawatiran inflasi, meningkatkan beban biaya bagi korporasi, dan menekan sentimen risiko di pasar saham.
Seiring saham melanjutkan pelemahan dan minyak menguat, yield US Treasury turut melonjak. Baik yield tenor 10 tahun maupun 2 tahun naik tajam pada Kamis, mencerminkan repricing pasar terhadap risiko inflasi dan prospek suku bunga yang bisa bertahan tinggi lebih lama.
Menanggapi pergerakan harga minyak, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia menilai lonjakan minyak dan tekanan di pasar tidak separah yang ia perkirakan. Trump juga menyampaikan keyakinan bahwa harga minyak pada akhirnya akan turun kembali, “ke level sebelumnya dan mungkin lebih rendah,” ujarnya.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id