Saham AS Tertekan, Brent Melonjak di Tengah Ketidakpastian Iran
Perubahan ekspektasi pasar soal berapa lama perang Iran akan berlangsung memicu sesi volatilitas baru di saham, obligasi, dan minyak, dengan tekanan di ekuitas meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak berkomitmen pada kesepakatan untuk mengakhiri konflik. S&P 500 sempat memangkas penurunan ketika Iran menegaskan kembali syarat gencatan senjata, namun kemudian kembali melemah dan turun sekitar 1%.
Minyak kembali bergejolak di tengah sinyal yang saling bertentangan. Brent naik sekitar 6% ke $108, sementara Bitcoin melemah dan emas memperpanjang penurunan bulanan. Trump memperingatkan aksi militer AS dapat ditingkatkan setelah Iran menolak dorongan Washington untuk kesepakatan damai, dan mengatakan AS akan “terus menghantam” sampai Iran setuju menghentikan konflik.
Iran, melalui perantara, disebut telah merespons proposal gencatan senjata dan kini menunggu balasan, dengan salah satu syarat utama berupa jaminan AS dan Israel tidak melanjutkan serangan. Trump juga disebut menetapkan tenggat akhir pekan untuk negosiasi, namun kebuntuan meningkatkan keraguan pasar soal peluang kesepakatan dalam waktu dekat.
Di pasar saham AS, pada 12:32 waktu New York, S&P 500 turun 1,1%, Nasdaq 100 turun 1,5%, dan Dow turun 0,8%, mencerminkan melemahnya selera risiko saat jalur diplomasi belum jelas dan premi risiko energi kembali naik. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id