Swiss Franc Melemah, NFP Jadi Ancaman Baru
Pasangan mata uang USD/CHF bergerak naik pada perdagangan Kamis (02/7) setelah inflasi Swiss melambat lebih dalam dari perkiraan. Dolar AS berhasil pulih dari level terendah sesi di 0,8080, sementara franc Swiss mulai kehilangan tenaga setelah data inflasi terbaru dirilis.
Inflasi konsumen Swiss tercatat stagnan atau tumbuh 0% secara bulanan pada Juni. Angka ini lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,2% pada Mei dan juga di bawah perkiraan pasar sebesar 0,1%. Secara tahunan, inflasi Swiss melambat menjadi 0,5% dari sebelumnya 0,6%.
Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Swiss National Bank atau SNB kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 0%. Dengan inflasi yang rendah, bank sentral Swiss dinilai tidak memiliki dorongan kuat untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Kondisi ini membuat franc Swiss sulit melanjutkan penguatan, terutama saat pasar justru memperbesar peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve. Perbedaan arah kebijakan antara The Fed dan SNB menjadi faktor penting yang menahan reli CHF terhadap dolar AS.
Fokus pasar kini beralih ke laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat. Data tersebut diperkirakan menunjukkan tambahan 110.000 pekerjaan pada Juni. Jika hasilnya lebih kuat dari perkiraan, dolar AS berpeluang menguat lebih lanjut dan mendorong USD/CHF kembali mendekati area tertinggi satu tahun di sekitar 0,8140.(asd)
Sumber: Newsmaker.id