Emas Tertekan, Yield Tinggi dan Dolar Kuat Membatasi
Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (18/8) dan memutus tren kenaikan dua sesi sebelumnya. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.382 per troy ons, turun sekitar 0,8% karena penguatan dolar AS dan tingginya yield Treasury jangka panjang menekan minat terhadap logam mulia.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat mendekati 4,75%, sementara tenor 30 tahun naik di atas 5,30%, level tertinggi sejak 2007, sebelum berbalik turun pada sesi Amerika. Yield yang tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Dolar AS juga kembali mendapat dukungan. Dollar Index bergerak di sekitar 99,60 setelah sebelumnya menyentuh area 99,30, level terlemah sejak awal Juni. Meski dolar rebound, ruang penguatannya masih terbatas karena pasar tetap melihat kemungkinan The Fed menjadi lebih dovish jika data ekonomi AS kembali melemah.
Tekanan tambahan datang dari kenaikan harga minyak dan ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz. Washington menegaskan tidak akan memperpanjang memorandum kesepahaman dengan Iran yang telah berakhir, sementara risiko gangguan pasokan energi tetap tinggi. Kondisi tersebut menjaga kekhawatiran inflasi tetap hidup dan membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed belum sepenuhnya hilang.
Namun, pelemahan pasar tenaga kerja, konsumsi, serta inflasi AS yang lebih lunak membuat pasar masih memperkirakan sekitar 65% peluang The Fed menahan suku bunga pada September. Kondisi ini membantu menahan penurunan emas lebih dalam dan membuat pergerakan XAU/USD cenderung masuk fase konsolidasi.
Analisis Newsmaker: Gold saat ini berada di antara tekanan yield tinggi dan dolar yang rebound dengan dukungan dari ekspektasi Fed hold. Area US$4.380 menjadi support terdekat; jika ditembus, koreksi dapat berlanjut menuju US$4.350–US$4.320. Sebaliknya, jika buyer mampu membawa harga kembali di atas US$4.400, peluang rebound menuju US$4.420–US$4.450 kembali terbuka. Fokus utama berikutnya adalah risalah FOMC dan perkembangan terbaru di Timur Tengah. (arl)
Sumber : Newsmaker.id