USD/CHF Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Pasangan mata uang USD/CHF bergerak naik selama empat hari berturut-turut, diperdagangkan di kisaran 0,7990 pada sesi perdagangan Asia Rabu (10/6/2026). Penguatan ini didorong oleh permintaan safe-haven Dolar AS akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Para pedagang memperkirakan mata uang Swiss akan tetap lesu sementara Dolar AS mendapat dukungan dari ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih tinggi.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran menyerang Armada Kelima AS di Bahrain menggunakan drone sebagai balasan atas serangan AS di wilayah selatan Iran. IRGC memperingatkan akan memberikan respons lebih keras jika agresi AS berlanjut. Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan serangan balasan ketiga terhadap target pesisir Iran menyusul penembakan helikopter tempur AS di dekat Selat Hormuz.
Kondisi ini menambah kekhawatiran investor terhadap inflasi dan ekspektasi suku bunga global. Data tenaga kerja AS bulan Mei yang lebih tinggi dari perkiraan semakin mendorong kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini. Sebagai imbasnya, Dolar AS memperoleh tekanan beli dari pasar keuangan global.
Sementara itu, inflasi Swiss tetap terkendali. Indeks Harga Konsumen (CPI) bulan Mei hanya naik 0,6%, di bawah perkiraan 0,8%. Ketua Swiss National Bank (SNB), Martin Schlegel, menegaskan tekanan inflasi jangka menengah stabil, sehingga pasar memperkirakan SNB akan mempertahankan suku bunga 0% sepanjang tahun 2026, menjaga kondisi moneter Swiss tetap longgar.(asd)
Sumber: Newsmaker.id