Emas Menuju Pekan Terbaik Sejak Januari!
Harga emas kembali menguat pada perdagangan Jumat (07/08) dan berada di sekitar US$4.271 per troy ons. Sepanjang pekan ini, emas sudah naik lebih dari 5% dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari enam bulan.
Kenaikan didukung oleh aksi beli saat harga turun atau *dip-buying*. Investor melihat kemampuan emas bertahan di atas area psikologis US$4.000 sebagai sinyal bahwa minat beli masih cukup kuat.
Emas bahkan sempat menembus US$4.300 pada Kamis ketika pasar optimistis Selat Hormuz akan kembali dibuka. Namun, optimisme itu kemudian berkurang setelah Iran dilaporkan menyerang target yang dianggap bermusuhan dan berencana membatasi kapal AS serta Israel.
Menariknya, emas tidak terlalu tertekan oleh meningkatnya ketegangan tersebut. Pasar menilai reli emas pekan ini tidak hanya didorong geopolitik, tetapi juga oleh faktor teknikal dan berkurangnya keyakinan terhadap sikap hawkish The Fed.
Permintaan juga datang dari investor institusi. ETF berbasis emas di China kembali mencatat aliran dana masuk, menunjukkan bahwa sebagian investor masih melihat harga saat ini sebagai peluang untuk menambah posisi.
Analisis Newsmaker: Momentum emas masih cenderung bullish, tetapi peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September yang berada di sekitar 60% tetap menjadi risiko. Jika emas mampu bertahan di atas US$4.250, peluang kembali menguji US$4.300 masih terbuka. Namun, NFP yang kuat dan kenaikan dolar atau yield dapat memicu koreksi jangka pendek.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id