Brent Terkoreksi, Harapan Redanya Ketegangan Hormuz
Minyak Brent saat ini mengalami koreksi setelah sempat menguat pada sesi Asia, seiring aksi ambil untung dan pasar kembali mempertimbangkan peluang meredanya ketegangan di Timur Tengah. Sebelumnya Brent sempat naik ke sekitar US$83,29 per barel, didorong kekhawatiran terhadap rencana Iran membatasi kapal AS dan Israel yang melintas di Selat Hormuz. Namun, optimisme bahwa pembicaraan mengenai jalur pelayaran Hormuz dan penyelesaian konflik AS-Iran masih dapat berlanjut membuat sebagian premi risiko geopolitik kembali berkurang.
Meski terkoreksi, tekanan turun Brent masih berpotensi terbatas karena kondisi Selat Hormuz belum sepenuhnya normal. Iran dilaporkan mengusulkan larangan terhadap kapal yang dianggap “bermusuhan” serta denda hingga 20% dari nilai kargo bagi pelanggar, sementara ketegangan regional kembali meningkat setelah kelompok Houthi melaporkan serangan baru di kawasan.
Harga minyak pada saat analisis ini dirilis: $82.47
- Beli jika harga bergerak ke $82.70
- Jual jika harga bergerak ke $82.27
Resisten 2: $83.36
Resisten 1: $82.93
Support 1: $82.07
Support 2: $81.64
Catatan: Artikel ini bersifat analitis dan bukan referensi definitif. Harap mempengaruhi dampak perkembangan fundamental dan teknikal terhadap perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
Sumber: Newsmaker.id