Pound Tertekan, Dolar Makin Kuat
Poundsterling kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (07/08). GBP/USD turun untuk hari kedua dan bergerak di sekitar 1,3450 karena dukungan fundamental terhadap mata uang Inggris mulai berkurang.
Tekanan muncul setelah selisih imbal hasil obligasi Inggris dan Amerika Serikat semakin menyempit. Kondisi tersebut membuat aset berbasis pound menjadi kurang menarik dibandingkan dolar AS.
Kenaikan harga minyak juga menjadi beban bagi Inggris. Minyak yang lebih mahal dapat menjaga inflasi tetap tinggi, tetapi pada saat yang sama memperlambat pertumbuhan ekonomi sehingga memunculkan kekhawatiran stagflasi.
Situasi ini menjadi dilema bagi Bank of England. Bank sentral harus menekan inflasi, tetapi kenaikan suku bunga lebih lanjut juga berisiko memperburuk perlambatan ekonomi Inggris.
Sementara itu, dolar AS mendapat dukungan dari meningkatnya permintaan aset aman. Ketegangan di Selat Hormuz kembali naik setelah Iran mempertimbangkan larangan bagi kapal AS dan Israel serta denda hingga 20% dari nilai kargo.
Analisis Newsmaker: GBP/USD masih cenderung tertekan selama dolar menguat dan harga minyak bertahan tinggi. Area 1,3400 menjadi support penting, sedangkan pemulihan menuju 1,3500 membutuhkan pelemahan dolar atau meredanya ketegangan di Hormuz.(asd)
Sumber: Newsmaker.id