Emas Tembus Tertinggi 7 Pekan
Harga emas kembali menguat pada perdagangan Kamis (6/8) dan menyentuh level tertinggi dalam tujuh minggu. Emas spot naik sekitar 0,6% ke US$4.271 per troy ons, sekaligus melanjutkan kenaikan selama empat sesi berturut-turut.
Kenaikan emas didukung oleh optimisme terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz. Harapan tercapainya kesepakatan Iran dan Oman membuat harga minyak turun, sehingga kekhawatiran terhadap inflasi ikut mereda.
Turunnya tekanan inflasi membuat pasar mulai mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed. Peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 55%, dari sebelumnya 67% dalam dua hari terakhir.
Emas biasanya kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil. Karena itu, berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi sentimen positif bagi harga emas.
Pasar kini menunggu data Nonfarm Payrolls AS yang akan dirilis Jumat. Data tenaga kerja swasta ADP sebelumnya menunjukkan perlambatan perekrutan, sehingga memunculkan peluang bahwa data NFP juga dapat lebih lemah dari perkiraan.
Analisis Newsmaker: Tren emas masih cenderung menguat, tetapi risiko koreksi tetap terbuka karena harga sudah naik tajam. NFP yang lemah dapat membawa emas menembus US$4.300, sedangkan data yang kuat berpotensi memicu aksi ambil untung dan menekan harga kembali.(yds)
Sumber: Newsmaker.id