
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali melemah pada perdagangan Senin (14/9) dan turun di bawah US$4.300 per troy ounce. Spot gold bergerak di sekitar US$4.290,5 setelah mencatat penurunan selama tiga pekan berturut-turut, jauh dari level tertinggi beberapa pekan terakhir yang sempat berada di atas US$4.600.
Tekanan terhadap emas muncul ketika investor kembali mempertimbangkan prospek suku bunga dan inflasi global. Meski masih mencatat kenaikan sekitar 16,6% dalam setahun terakhir, reli kuat sebelumnya membuat emas rentan terhadap aksi ambil untung.
Kenaikan harga minyak turut menjadi faktor utama. Minyak mentah berada di sekitar US$102,62 per barel setelah gangguan pada pipa East-West Arab Saudi dan meningkatnya risiko pasokan di Timur Tengah. Harga energi yang tinggi dikhawatirkan kembali mendorong inflasi global.
Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan ini. Pasar memperkirakan peluang kenaikan bunga mendekati 90%, setelah CPI AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus dan inflasi tahunan bertahan di 3,4%.
Harapan terhadap deeskalasi Timur Tengah juga melemah setelah pertemuan antara Iran dan sejumlah negara Teluk ditunda.
Analisa Newsmaker: selama harga minyak tetap tinggi dan pasar mempertahankan ekspektasi Fed yang hawkish, Gold masih berisiko menghadapi tekanan. Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik dapat menahan penurunan melalui permintaan safe haven. (arl)
Sumber : Newsmaker.id