
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat menguat tajam pada perdagangan Jumat (11/9), menghentikan pelemahan selama empat sesi berturut-turut. S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq 100 masing-masing naik lebih dari 1% setelah harga minyak dan imbal hasil Treasury mulai mereda.
Sentimen pasar membaik setelah imbal hasil Treasury tenor panjang turun dari level tertinggi multi-tahun. Tekanan dari harga bahan bakar juga mulai tertahan setelah reli tajam pekan ini yang dipicu oleh gelombang serangan antara Amerika Serikat dan Iran di Teluk Persia.
Meski begitu, kekhawatiran terhadap inflasi masih belum sepenuhnya hilang. Kenaikan harga energi sejak awal bulan membuat inflasi prospek tetap tinggi, sementara inflasi headline Agustus bertahan di 3,4%. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga pada hari Rabu.
Sektor-sektor sensitif terhadap kredit, termasuk saham AI hyperscalers dan perbankan, masih mencatat tekanan secara mingguan meskipun menguat pada sesi Jumat. Hal ini menunjukkan investor belum sepenuhnya keluar dari mode hati-hati terhadap risiko biaya pinjaman yang tinggi.
Di sisi korporasi, Oracle melonjak 5,5% setelah melaporkan kenaikan pendapatan infrastruktur cloud. Kinerja tersebut membantu menopang sentimen sektor teknologi, terutama di tengah tekanan yang sebelumnya membayangi saham berbasis AI dan perusahaan dengan kebutuhan pendanaan besar.
Analisis Newsmaker: Rebound Wall Street pada hari Jumat lebih terlihat sebagai pemulihan teknikal setelah tekanan empat hari, bukan perubahan tren yang sepenuhnya solid. Meredanya minyak dan imbal hasil memberi ruang bagi saham untuk bangkit, tetapi inflasi 3,4% dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih menjadi risiko utama. Secara mingguan, Dow diperkirakan turun 1,4%, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 melemah 0,6%, menandakan tekanan pasar belum sepenuhnya selesai. (asd)