
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas mengawali pekan dengan tekanan tajam pada perdagangan Senin (14/9). XAU/USD turun sekitar 1,8% ke area US$4.270 per troy ounce, menjadi level terendah sejak 7 Agustus, ketika ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve semakin mendominasi sentimen pasar menjelang pertemuan kebijakan pekan ini.
Data inflasi AS pada Jumat semakin memperkuat peluang kenaikan bunga. CPI headline naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, lebih cepat dari 0,1% pada Juli, sementara Core CPI meningkat 0,3%. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 86% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, naik tajam dibandingkan sekitar 59,4% sepekan sebelumnya.
Tekanan terhadap emas juga datang dari kenaikan harga minyak dan konflik Timur Tengah. Saudi Arabia menutup pipa East-West setelah serangan drone, sementara Houthi memperluas posisi di sekitar Bab el-Mandeb. Pertemuan Iran dan negara-negara Teluk yang membahas jalur sementara di Selat Hormuz juga ditunda, menjaga risiko inflasi energi tetap tinggi.
Dolar dan yield Treasury turut memperburuk tekanan. Dollar Index naik sekitar 0,5% ke 99,57, tertinggi sejak 3 September, sementara yield Treasury AS tenor 10 tahun bertahan dekat 5%. Kombinasi dolar kuat dan yield tinggi membuat emas menjadi kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil.
Analisa Newsmaker: pergerakan Gold saat ini lebih banyak dikendalikan ekspektasi suku bunga dibandingkan permintaan safe haven. Jika The Fed menaikkan bunga dan memberikan panduan hawkish, emas masih berisiko tertekan lebih dalam. Sebaliknya, kejutan berupa penahanan suku bunga dapat menekan dolar dan yield, membuka peluang rebound bagi XAU/USD. (arl)
Sumber : Newsmaker.id