
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa mengawali perdagangan Senin (14/09) dengan sentimen hati-hati cenderung negatif setelah harga minyak kembali melonjak akibat meningkatnya gangguan pasokan di Timur Tengah. Investor juga mulai mengurangi risiko menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve pekan ini.
Harga Brent bergerak sekitar US$107,81 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$102,94. Kenaikan terjadi setelah serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi dan meningkatnya ancaman terhadap jalur pengiriman minyak melalui Hormuz serta Bab el-Mandeb.
Lonjakan energi kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi di Eropa. Tekanan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah European Central Bank menaikkan suku bunga, sementara sejumlah pejabat ECB mulai membuka peluang pengetatan tambahan jika kenaikan harga energi terus masuk ke inflasi konsumen.
Pasar global juga menunggu keputusan Federal Reserve. Data inflasi AS yang tetap tinggi telah memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pekan ini. Kondisi tersebut menjaga yield obligasi tinggi dan menjadi tekanan bagi saham teknologi serta sektor yang sensitif terhadap biaya pinjaman.
Pembukaan pasar Eropa masih dibayangi kombinasi oil shock, inflasi, dan kebijakan bank sentral yang lebih ketat. Sektor energi berpotensi mendapat dukungan dari kenaikan minyak, sementara teknologi, industri, konsumsi, dan sektor sensitif bunga berisiko lebih tertekan. Selama Brent tetap berada di atas US$100 dan risiko konflik Timur Tengah tinggi, volatilitas saham Eropa diperkirakan tetap besar.