
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS bertahan dekat level tertinggi satu pekan pada perdagangan Kamis (27/8) setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih panas mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Dollar Index (DXY) bergerak stabil di sekitar 99,14, setelah menguat sekitar 0,3% pada sesi sebelumnya.
Sentimen dolar mendapat dukungan setelah PCE Price Index Juli naik 3,7% secara tahunan, tidak berubah dari Juni tetapi lebih tinggi dari perkiraan 3,6%. Secara bulanan, inflasi naik 0,2%, juga menunjukkan bahwa tekanan harga di Amerika Serikat belum sepenuhnya mereda.
Data tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed masih perlu mempertahankan kebijakan moneter restriktif. Pasar kini tetap memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya, sehingga pergerakan dolar semakin sensitif terhadap perubahan yield Treasury dan ekspektasi kebijakan Fed.
Fokus utama selanjutnya tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole. Investor menunggu apakah Warsh akan menekankan risiko inflasi dan membuka ruang kenaikan suku bunga tambahan, atau justru memilih pendekatan lebih hati-hati terhadap pengetatan kebijakan.
Di Asia, yen Jepang relatif stabil dengan USD/JPY di sekitar 159,36, sementara won Korea Selatan menguat setelah Bank of Korea menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,00%. BOK juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 3,3% dan membuka peluang pengetatan lanjutan secara bertahap. Sementara itu, AUD/USD naik sekitar 0,2% ke 0,718 setelah inflasi Australia yang kuat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga RBA.
Analisis Newsmaker: fundamental dolar saat ini kembali cenderung bullish setelah PCE menunjukkan inflasi masih tinggi. Selama pasar mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga dan DXY mampu bertahan di atas area 99, greenback berpeluang melanjutkan penguatan. Namun, arah berikutnya sangat bergantung pada Warsh; nada hawkish dapat mendorong dolar dan yield lebih tinggi sekaligus menekan emas, sedangkan sikap yang lebih netral dapat memicu profit taking pada DXY.(yds)
Sumber: Newsmaker.id