
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Jepang mengakhiri perdagangan Kamis (27/08) dengan pelemahan tipis setelah gagal mempertahankan lonjakan pada awal sesi. Nikkei 225 berada di sekitar 66.126,84, turun 0,20%, setelah dibuka di 66.775,78 dan sempat mencapai 66.954,69. Indeks bahkan sempat turun hingga 65.782,59 sebelum memangkas sebagian kerugian menjelang penutupan.
Pasar sempat mendapat dorongan kuat dari laporan keuangan Nvidia. Raksasa chip AS tersebut mencatat pendapatan kuartalan yang lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya dan memberikan outlook yang kuat, memperkuat keyakinan bahwa belanja infrastruktur kecerdasan buatan masih berlanjut. Saham Nvidia melonjak sekitar 4,7% pada perdagangan setelah jam reguler.
Namun, optimisme AI tidak mampu bertahan penuh di Tokyo. Advantest, salah satu pemasok Nvidia dan saham dengan bobot besar pada Nikkei, berbalik turun setelah sempat menguat di awal perdagangan. SoftBank Group juga kehilangan momentum, membuat indeks Nikkei tertinggal dibanding sejumlah pasar teknologi Asia lainnya.
Di sisi lain, sebagian saham terkait AI tetap mencatat kenaikan. Kioxia mendapat dukungan dari prospek permintaan memori, sementara Fujikura ikut menguat. Saham perbankan seperti Mitsubishi UFJ dan Sumitomo Mitsui juga memperoleh aliran dana ketika investor mulai melakukan rotasi dari saham growth menuju saham value.
Sentimen investor turut dibatasi oleh inflasi AS yang masih tinggi. Data PCE terbaru menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya mereda, membuat pasar tetap berhati-hati terhadap kemungkinan kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih ketat. Perhatian kini bergeser ke pidato Ketua Fed Kevin Warsh di Jackson Hole, yang berpotensi menentukan arah yield, dolar, dan saham teknologi global.