
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dollar Index bergerak stabil di sekitar 98 pada perdagangan Rabu (26/08), ketika investor menunggu rilis terbaru PCE Price Index AS, indikator inflasi favorit Federal Reserve. Data tersebut dipandang penting untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed menjelang pertemuan September.
Perhatian pasar juga tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Meski pasar tidak terlalu berharap Warsh memberikan panduan eksplisit mengenai keputusan suku bunga September, setiap komentar mengenai inflasi, pasar tenaga kerja, dan kondisi finansial tetap berpotensi memicu volatilitas dolar.
Dolar masih berada dekat level terendah dalam lebih dari tiga bulan. Tekanan muncul setelah investor menilai perluasan program buyback obligasi Departemen Keuangan AS hanya memberikan solusi sementara terhadap tekanan yield dan belum menyentuh persoalan utama berupa besarnya utang dan defisit fiskal AS.
Kekhawatiran terhadap risiko fiskal kembali menghidupkan narasi bahwa kebijakan pengelolaan utang dapat menekan kepercayaan terhadap dolar. Kondisi ini membuat penguatan greenback cenderung terbatas, terutama ketika pasar masih mempertanyakan keberlanjutan strategi Treasury.
Dari sisi lain, harga minyak turun untuk sesi ketiga berturut-turut. Penurunan tersebut membantu meredakan kekhawatiran inflasi energi dan sekaligus mengurangi permintaan safe haven terhadap dolar, sehingga DXY sulit mendapatkan momentum penguatan yang kuat.*