
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali melemah pada perdagangan Kamis (27/8) setelah pemulihan tipis di sesi Asia gagal bertahan. XAU/USD turun ke sekitar US$4.595 per troy ons, menembus kembali area psikologis US$4.600, sementara Dollar Index bertahan di atas level 99,00.
Tekanan terhadap emas datang dari kombinasi dolar yang relatif kuat dan sikap investor yang berhati-hati menjelang simposium Jackson Hole. Data inflasi PCE AS yang dirilis sebelumnya juga menunjukkan tekanan harga masih berada jauh di atas target 2% The Fed, sehingga pasar tetap mempertimbangkan kemungkinan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.
Meski demikian, ekspektasi kenaikan suku bunga September tidak berubah signifikan. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga masih berada di sekitar 36%, menunjukkan pasar belum sepenuhnya yakin The Fed akan melakukan pengetatan tambahan dalam waktu dekat.
Dari sisi teknikal, emas masih memiliki struktur jangka pendek yang relatif bullish selama harga bertahan di atas SMA 200-hari di sekitar US$4.525. RSI 14 turun ke sekitar 66 setelah sebelumnya berada di area jenuh beli, sementara MACD masih berada di atas garis nol meskipun mulai melemah. Kondisi ini menunjukkan momentum bullish melambat, tetapi belum sepenuhnya berubah menjadi bearish.
Support terdekat berada di sekitar US$4.583, disusul area penting US$4.525. Jika level tersebut ditembus secara meyakinkan, tekanan jual dapat membawa emas menuju US$4.450, bahkan US$4.310. Sebaliknya, resistance utama masih berada di sekitar US$4.700 dan kemudian US$4.775.
Analisis Newsmaker: gold saat ini memasuki fase koreksi setelah gagal menembus US$4.700. Selama area US$4.583–US$4.525 mampu bertahan, koreksi masih dapat dianggap sebagai konsolidasi dalam struktur bullish. Namun, arah berikutnya sangat bergantung pada Jackson Hole. Nada Kevin Warsh yang hawkish berpotensi memperpanjang tekanan menuju US$4.525, sementara sinyal yang lebih lunak dapat membawa gold kembali mencoba US$4.700.(yds)
Source: Newsmaker.id