
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Asia Kamis (27/08), membuat USD/JPY turun dan memutus reli tiga hari berturut-turut. Pasangan mata uang tersebut masih diperdagangkan di atas area 159,00, tetapi penguatan dolar mulai tertahan setelah sentimen geopolitik Timur Tengah menunjukkan tanda-tanda mereda.
Optimisme muncul setelah laporan menyebut Amerika Serikat dan Iran berpotensi mencapai kesepakatan gencatan senjata baru dalam beberapa hari mendatang. Iran dan Oman juga telah membahas jalur pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, meningkatkan harapan bahwa jalur energi strategis tersebut dapat kembali dibuka dan risiko konflik mulai berkurang.
Membaiknya sentimen risiko membantu membatasi permintaan safe haven terhadap dolar, meskipun data inflasi AS masih menunjukkan tekanan harga yang tinggi. PCE Price Index Juli naik 3,7% secara tahunan, tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sedikit lebih tinggi dari perkiraan pasar, memperkuat pandangan bahwa inflasi AS masih cukup persisten.
Data tersebut tetap menjaga peluang Federal Reserve melakukan pengetatan tambahan. Karena itu, perhatian investor kini tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat, yang dinilai berpotensi memberikan petunjuk lebih jelas mengenai apakah The Fed akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini.
Di Jepang, yen masih menghadapi hambatan dari kondisi fiskal yang memburuk serta kesenjangan suku bunga AS-Jepang yang masih lebar. Meski pasar mulai meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan, kondisi tersebut membuat ruang penguatan yen tetap terbatas. Fokus berikutnya tertuju pada Tokyo CPI, yang dapat menjadi petunjuk baru bagi arah kebijakan BoJ.