
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS menguat pada perdagangan Rabu (26/8) setelah data inflasi Juli menunjukkan tekanan harga masih cukup tinggi, sementara perekonomian tetap relatif tangguh. Dollar Index (DXY) naik sekitar 0,3% ke 99,16, memperpanjang pemulihan setelah greenback kehilangan hampir 1% sepanjang pekan sebelumnya.
Data Core PCE Juli naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan, sesuai ekspektasi. Sementara PCE headline meningkat 0,2% secara bulanan dan bertahan di 3,7% secara tahunan, sedikit lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi inti yang masih jauh di atas target The Fed sebesar 2% menunjukkan tekanan harga belum sepenuhnya mereda.
Data ekonomi lainnya juga menunjukkan ketahanan aktivitas AS. Estimasi kedua pertumbuhan GDP kuartal II tetap 1,5%, sesuai perkiraan, sementara pesanan barang tahan lama Juli melonjak 1,1%, jauh lebih tinggi dibanding ekspektasi kenaikan 0,4%. Kombinasi pertumbuhan yang masih positif dan inflasi yang persisten memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga lebih lama.
Pasar kini memperkirakan sekitar 64% peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September, naik dari sekitar 60% sehari sebelumnya. Meski angka bulanan PCE menunjukkan sedikit peningkatan tekanan, stabilnya Core PCE tahunan membuat sebagian besar investor menilai The Fed belum memiliki alasan cukup kuat untuk segera kembali menaikkan suku bunga.
Di pasar valuta asing, USD/JPY naik ke sekitar 159,34, sementara EUR/USD turun 0,2% ke 1,1651. Dolar Australia relatif lebih kuat di sekitar 0,7172 setelah inflasi Australia memberikan sinyal beragam. Dolar Kanada kembali mendapat tekanan karena ketegangan perdagangan antara Ottawa dan Washington masih tinggi.
Analisis Newsmaker: kombinasi inflasi yang masih sticky dan ekonomi AS yang cukup resilien memberikan dukungan jangka pendek bagi dolar. Namun, kenaikan DXY masih dibayangi masalah fiskal AS dan program buyback Treasury yang sebelumnya memicu debasement trade. Fokus berikutnya beralih ke pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Nada hawkish dapat mendorong DXY semakin menjauh di atas 99, sedangkan sikap yang lebih hati-hati berpotensi kembali membuka tekanan terhadap dolar.(arl)
Sumber: Newsmaker.id