
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS sedikit melemah pada perdagangan Selasa (25/8) seiring meningkatnya minat terhadap aset berisiko setelah harga minyak dan yield Treasury turun. Dollar Index (DXY) turun sekitar 0,1% ke 98,93, tetap berada dekat level terendah sejak pertengahan Mei setelah kehilangan hampir 1% sepanjang pekan lalu.
Pergerakan pasar obligasi kembali menjadi perhatian utama setelah yield Treasury AS turun untuk hari kedua berturut-turut. Sentimen dipengaruhi laporan bahwa pemerintah AS dapat menggunakan hampir US$1 triliun dana Treasury General Account (TGA) untuk membantu membiayai peningkatan program buyback obligasi jangka panjang. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya mengurangi tekanan pada yield, terutama tenor panjang.
Namun, investor masih mempertanyakan keberlanjutan strategi tersebut karena masalah fiskal AS jauh lebih besar. Utang pemerintah AS telah menembus US$40 triliun, sehingga program buyback dinilai belum menyelesaikan akar persoalan defisit. Kekhawatiran ini kembali menghidupkan narasi debasement trade, ketika investor mengurangi eksposur terhadap mata uang fiat dan beralih ke aset seperti emas maupun kripto.
Di sisi lain, ketegangan perdagangan AS-Kanada kembali meningkat. Ottawa mengumumkan tarif balasan sebesar 15%, 25%, hingga 50% terhadap sekitar US$27,6 miliar produk asal AS mulai 8 September. Produk yang terkena mencakup baja, produk susu, peralatan rumah tangga, mesin pertanian, pulp dan kertas, hingga elektronik. Dolar Kanada sempat sedikit pulih setelah melemah pada sesi sebelumnya.
Mata uang utama lainnya bergerak relatif positif terhadap dolar. GBP/USD naik ke sekitar 1,3650, EUR/USD menguat tipis ke 1,1674 setelah data pertumbuhan Jerman yang lebih baik, sementara AUD/USD naik sekitar 0,2% ke 0,7164. USD/JPY relatif stabil di sekitar 159,10.
Analisis Newsmaker: tekanan terhadap dolar masih cukup besar selama yield Treasury terus menurun dan kekhawatiran fiskal AS tetap mendominasi. Fokus berikutnya tertuju pada Core PCE Juli dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole. PCE yang lebih panas atau komentar Warsh yang hawkish dapat mengangkat kembali dolar dan yield, sementara hasil yang lebih lunak berpotensi memperpanjang tekanan pada greenback serta mendukung emas dan aset berisiko. (arl)
Sumber : Newsmaker.id