
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS mempertahankan penguatannya pada perdagangan Kamis (27/08) setelah data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan kembali meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Dollar Index diperdagangkan di atas level 99, melanjutkan kenaikan dari sesi sebelumnya.
Sentimen hawkish kembali muncul setelah PCE Price Index Juli naik 0,2% secara bulanan, lebih tinggi dari perkiraan 0,1% dan berbalik dari kontraksi 0,1% pada Juni. Secara tahunan, inflasi PCE meningkat menjadi 3,7%, juga melampaui estimasi pasar sebesar 3,6%.
Data tersebut menunjukkan tekanan harga di AS masih cukup kuat dan memperkuat argumen bahwa The Fed belum memiliki banyak ruang untuk melonggarkan kebijakan. Ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun pun kembali mendapat perhatian, memberikan dukungan tambahan bagi dolar dan yield Treasury.
Fokus pasar kini bergeser ke pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada Jumat. Investor akan mencari petunjuk mengenai bagaimana bank sentral memandang inflasi yang masih tinggi, meskipun Warsh diperkirakan tidak akan memberikan sinyal eksplisit mengenai keputusan suku bunga September.
Di sisi lain, penurunan harga minyak akibat kemajuan diplomasi di Timur Tengah membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi jangka pendek. Investor juga masih mempertimbangkan dampak program buyback obligasi Departemen Keuangan AS serta risiko fiskal yang sebelumnya menekan kepercayaan terhadap greenback.(asd)
Sumber: Newsmaker.id