
Trending

usdchf
Sumber: Newsmaker.id
USD/CHF menguat pada perdagangan Rabu (26/8) seiring dolar AS mendapatkan dorongan setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan tekanan harga masih bertahan tinggi. Pasangan mata uang tersebut sempat bergerak ke sekitar 0,8052–0,8055, naik sekitar 0,4%–0,5% dari sesi sebelumnya, setelah sebelumnya berada di sekitar 0,8017. Penguatan USD/CHF mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap dolar sekaligus pelemahan franc Swiss.
Dolar memperoleh momentum setelah indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS naik 0,2% secara bulanan pada Juli, sementara inflasi tahunan bertahan di 3,7%, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar 3,6%. Core PCE juga bertahan di 3,3%. Data tersebut memperkuat pandangan bahwa inflasi AS masih terlalu tinggi untuk memungkinkan Federal Reserve segera bersikap lebih dovish.
Reaksi pasar terlihat pada meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Futures suku bunga menunjukkan peluang kenaikan pada September meningkat menjadi sekitar 44% dari 36% sebelum data, sementara pasar juga mulai memperhitungkan setidaknya satu kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi memberikan keuntungan relatif bagi dolar dibandingkan franc, terutama karena Swiss National Bank masih menghadapi tekanan inflasi domestik yang jauh lebih rendah dan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih longgar.
Meski demikian, kenaikan USD/CHF masih berpotensi menghadapi volatilitas tinggi menjelang Jackson Hole Symposium. Pasar menunggu pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat untuk melihat apakah bank sentral akan mempertahankan fokus pada inflasi atau mulai memberi perhatian lebih besar pada risiko perlambatan ekonomi. Nada hawkish dapat memperkuat dolar dan membawa USD/CHF lebih tinggi, sementara komentar yang lebih berhati-hati dapat mengurangi taruhan kenaikan suku bunga dan memberi ruang bagi franc untuk pulih.