
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama setelah data inflasi Agustus menunjukkan tekanan harga inti yang lebih tinggi dari perkiraan pada Jumat (11/9). US Dollar Index (DXY) naik sekitar 0,15% ke level 99,25 sesaat setelah data dirilis, mencerminkan respons pasar yang lebih hawkish terhadap prospek kebijakan Federal Reserve.
Inflasi tahunan Amerika Serikat, yang diukur melalui Consumer Price Index (CPI), bertahan di 3,4% pada Agustus, sesuai dengan perkiraan pasar. Secara bulanan, CPI naik 0,4%, lebih tinggi dibanding kenaikan 0,1% pada bulan sebelumnya, didorong oleh meningkatnya tekanan harga di sejumlah komponen.
Perhatian pasar terutama tertuju pada Core CPI, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi. Core CPI naik 0,3% secara bulanan, lebih tinggi dari ekspektasi 0,2%. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,4%, sedikit melandai dari 2,5% pada Juli.
Kenaikan Core CPI yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi di AS belum sepenuhnya mereda. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat, bahkan membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila tekanan harga terus bertahan.
Analisa Newsmaker : Reaksi awal pasar menunjukkan data CPI kali ini cenderung positif bagi dolar AS karena kejutan utama datang dari Core CPI bulanan yang lebih panas dari perkiraan. Jika ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed terus meningkat, DXY berpeluang mempertahankan momentum penguatan, sementara yield Treasury dapat tetap tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menjadi tekanan bagi emas dan aset berisiko lainnya dalam jangka pendek. (arl)
Sumber: Newsmaker.id