
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas mulai berbalik menguat pada perdagangan Rabu (9/9), setelah sebelumnya menyentuh level terendah sekitar satu pekan di kisaran US$4.340 per troy ounce. Spot gold kemudian naik sekitar 0,3% menuju area US$4.368, didukung pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Tekanan terhadap dolar menjadi salah satu faktor utama yang membantu pemulihan emas. Indeks dolar AS turun menuju 98,15, level terendah dalam hampir dua pekan, setelah yen Jepang terus menguat akibat meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan serta pembongkaran posisi yen carry trade. Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Permintaan safe haven juga mulai kembali muncul setelah konflik Timur Tengah semakin meluas. Kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah kota di Arab Saudi, sementara pasukan AS menyerang tanker minyak Iran dan Iran membalas dengan menyerang pangkalan AS di Yordania. Kondisi tersebut memperbesar kekhawatiran bahwa konflik dapat berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Kenaikan harga minyak turut memperkuat ketidakpastian pasar. Brent bergerak mendekati US$100 per barel, sehingga investor menghadapi dua risiko sekaligus, yakni eskalasi geopolitik dan kemungkinan tekanan inflasi yang lebih tinggi. Kondisi risk-off tersebut memberikan dukungan terhadap emas, meskipun kenaikan minyak juga dapat meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Namun, ruang penguatan emas masih berpotensi terbatas. Pasar tetap memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga setelah laporan tenaga kerja AS menunjukkan kondisi yang kuat, sementara lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Investor kini menunggu data PPI pada Kamis dan CPI pada Jumat untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan The Fed.
Dalam jangka pendek, kemampuan emas mempertahankan rebound akan sangat bergantung pada pergerakan dolar dan Treasury yield. Jika dolar terus melemah sementara ketegangan Timur Tengah meningkat, emas berpeluang kembali menguji area US$4.400. Sebaliknya, apabila lonjakan minyak mendorong yield AS lebih tinggi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, reli emas berpotensi kembali tertahan.(CP)