
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melonjak tajam pada perdagangan Rabu (9/9), sempat bergerak menuju area US$4.425 per troy ounce setelah sebelumnya tertekan hingga kisaran US$4.340–US$4.350. Kenaikan tersebut membuat emas kembali menembus level psikologis US$4.400 di tengah meningkatnya permintaan aset aman dan pelemahan dolar Amerika Serikat.
Sentimen utama datang dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memburuk setelah serangkaian serangan terhadap kapal, fasilitas energi, serta target militer di kawasan Teluk. Brent bahkan telah menembus US$100 per barel setelah Iran melancarkan serangan terhadap target AS dan gangguan di sekitar Selat Hormuz kembali meningkat. Kondisi tersebut mendorong investor mencari perlindungan melalui aset safe haven seperti emas.
Dorongan tambahan datang dari pelemahan dolar AS. Greenback mendapat tekanan akibat penguatan tajam yen Jepang yang didukung ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan dan berlanjutnya pembongkaran posisi carry trade. Dollar Index bergerak mendekati level terendah dalam beberapa pekan, membuat emas yang berdenominasi dolar menjadi relatif lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain.
Dari sisi teknikal, kenaikan juga diperkuat oleh rebound setelah emas sebelumnya jatuh ke level terendah sekitar satu pekan. Kembalinya harga ke atas US$4.400 berpotensi memicu penutupan posisi jual atau short covering, sekaligus menarik pembeli jangka pendek yang melihat koreksi sebelumnya sebagai kesempatan masuk. Emas kemudian mempertahankan penguatan di atas US$4.400 pada sesi Eropa.
Namun, reli emas masih menghadapi hambatan dari pasar obligasi AS. Yield Treasury 10 tahun berada di sekitar 4,8%, mendekati level tertinggi dalam hampir tiga tahun, karena lonjakan minyak meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Pasar juga masih memperkirakan peluang sekitar 60% bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Kondisi tersebut membatasi ruang penguatan emas karena bullion tidak memberikan imbal hasil.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada data inflasi AS. Angka PPI dan CPI akan menjadi faktor penting untuk menentukan apakah ekspektasi kenaikan bunga The Fed tetap kuat. Inflasi yang lebih panas dapat kembali mengangkat yield dan dolar sehingga menekan emas, sementara data yang lebih lunak berpotensi memperpanjang momentum rebound.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id