
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa ditutup turun tajam pada perdagangan Rabu (9/9), ketika lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi akan kembali menguat dan memaksa European Central Bank (ECB) mengetatkan kebijakan moneter lebih agresif. Euro STOXX 50 turun 1,7% ke 6.304, sementara STOXX Europe 600 melemah 1,5% menjadi 640.
Tekanan meningkat setelah konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Serangan antara kedua negara memperpanjang kekhawatiran terhadap gangguan ekspor energi dari Timur Tengah, mendorong Brent menembus US$100 per barel. Harga gas alam Eropa juga naik ke level tertinggi sejak 2022.
Lonjakan harga energi menjadi ancaman bagi ekonomi Eropa karena dapat meningkatkan biaya produksi, menekan daya beli konsumen, dan menjaga inflasi tetap tinggi. Kondisi tersebut turut memperbesar ekspektasi bahwa ECB masih harus melanjutkan kenaikan suku bunga untuk mengendalikan tekanan harga.
Investor kini menunggu keputusan kebijakan ECB pada Kamis. Bank sentral diperkirakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, sementara pasar akan mencermati apakah Presiden ECB memberikan sinyal bahwa pengetatan tambahan masih diperlukan setelah kenaikan tajam harga energi.
Sektor yang sensitif terhadap suku bunga mencatat tekanan besar. Santander, ING, Deutsche Bank, dan Allianz turun sekitar 2% di tengah kekhawatiran tingginya biaya pinjaman akan menekan permintaan kredit. Saham industri juga melemah, dengan Schneider Electric, Siemens, Rheinmetall, dan Safran turun lebih dari 3%.
Sumber: Newsmaker.id