
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran kembali melancarkan serangan ke Arab Saudi pada Senin, sementara negara-negara Teluk menunda rencana pembicaraan dengan Iran. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah dapat meluas dan mengancam pasokan minyak global.
Houthi mengatakan mereka menembakkan puluhan rudal dan drone ke pangkalan udara militer di Khamis Mushait, wilayah selatan Arab Saudi. Serangan itu ditujukan pada hanggar pesawat, sistem radar, landasan pacu, dan gudang amunisi sebagai balasan atas serangan udara Saudi di Yaman.
Otoritas Saudi mengeluarkan peringatan darurat di Khamis Mushait dan tiga kota lain di wilayah selatan. Serangan ini terjadi setelah kejadian Jumat lalu yang merusak pipa minyak East-West Saudi, jalur penting yang memungkinkan ekspor minyak Teluk menghindari Selat Hormuz yang diblokade.
Tekanan terhadap pasokan minyak global semakin besar setelah Houthi dalam beberapa hari terakhir bergerak cepat di Yaman dan merebut sejumlah wilayah strategis, termasuk Pulau Perim di mulut Laut Merah. Perkembangan ini membuat risiko terhadap jalur Bab el-Mandeb ikut meningkat, selain ketegangan yang sudah terjadi di Hormuz.
Upaya diplomasi juga mengalami kemunduran. Oman sebelumnya mengadakan tuan menjadi rumah pertemuan Iran dan negara-negara Teluk untuk membahas negosiasi pembukaan kembali Selat Hormuz, namun pertemuan itu ditunda. Iran menunda hal tersebut terjadi atas permintaan Arab Saudi.
Presiden AS Donald Trump kembali menyatakan bahwa Iran ingin segera mencapai kesepakatan. Namun, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menolak narasi tersebut dan menegaskan tidak akan ada pembicaraan sampai persyaratan Iran terpenuhi.
Harga minyak sempat naik lebih dari 4% pada Senin sebelum akhirnya ditutup sekitar 1% lebih tinggi. Para pelaku pasar menilai penutupan pipa Saudi yang berkepanjangan dapat mengganggu hingga 4% pasokan minyak global, sementara Riyadh belum menjelaskan kapan operasi pipa tersebut akan kembali normal.
Ketidakpastian juga muncul dari laporan kerusakan tanker El Gaia berbendera Panama. Iran menyebut kapal itu terkena ranjau laut saat melewati zona terlarang di selatan Selat Hormuz, sementara Komando Pusat AS membantah laporan tersebut dan mengatakan kapal itu sebelumnya terkena rudal Iran.
Analisis Newsmaker: Serangan Houthi ke Saudi dan tertundanya pembicaraan Teluk-Iran menunjukkan risiko geopolitik Timur Tengah belum mereda. Pasar kini menghadapi ancaman ganda dari Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, dua jalur penting bagi perdagangan energi global. Jika pipa East-West Saudi tetap tertutup dan serangan terhadap kapal terus berlanjut, harga minyak berpotensi mempertahankan premi risiko tinggi. Kondisi ini juga bisa memperbesar kekhawatiran inflasi energi dan menjaga bank sentral global tetap berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga. (asd)