
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga pada Kamis (10/9), sesuai dengan ekspektasi pasar, di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan harga energi dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi di kawasan euro.
ECB menaikkan deposit facility rate menjadi 2,50%. Keputusan tersebut sesuai dengan perkiraan hampir seluruh ekonom dalam survei Bloomberg, dengan 63 dari 64 ekonom sebelumnya memperkirakan suku bunga akan mencapai level tersebut.
Sementara itu, main refinancing rate dinaikkan menjadi 2,65%, juga sesuai konsensus pasar. Marginal lending facility rate turut dinaikkan menjadi 2,90%, sejalan dengan seluruh ekonom yang disurvei.
Keputusan tersebut datang ketika harga energi kembali melonjak akibat memburuknya konflik di Timur Tengah. Brent yang bergerak di atas US$100 per barel meningkatkan risiko bahwa biaya energi dapat kembali mendorong inflasi Eropa dan memperlambat proses penurunan tekanan harga.
Perhatian investor kini beralih ke pernyataan ECB mengenai arah kebijakan berikutnya. Pasar akan mencari petunjuk apakah bank sentral masih melihat perlunya kenaikan suku bunga tambahan, terutama jika tekanan inflasi dari energi bertahan lebih lama.
Analisa Newsmaker: karena kenaikan suku bunga sudah sepenuhnya diperkirakan pasar, reaksi euro kemungkinan lebih banyak ditentukan oleh panduan ECB mengenai kebijakan berikutnya. Sinyal kenaikan bunga lanjutan dapat mendukung euro, sedangkan sikap yang lebih berhati-hati dapat memicu aksi ambil untung. Bagi pasar saham Eropa, prospek suku bunga lebih tinggi tetap menjadi tekanan karena dapat meningkatkan biaya pendanaan dan menekan aktivitas ekonomi.(arl)
Sumber : Newsmaker.id