
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan Washington tidak berencana menggelar perundingan dengan Iran selama Teheran masih menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. “Mereka harus berhenti. Sesederhana itu,” ujar Vance kepada wartawan, Kamis (3/9).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keamanan pelayaran menjadi syarat utama AS sebelum jalur diplomasi dibuka kembali. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum konflik berlangsung.
Ketegangan meningkat setelah AS dan Iran kembali bertukar serangan, sementara aktivitas pelayaran melalui Hormuz masih jauh di bawah kondisi normal. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan membawa Brent bertahan di sekitar US$96 per barel dan WTI mendekati US$92.
Sikap tegas Vance memperkecil peluang tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. Tanpa penghentian serangan terhadap pelayaran, Washington berpotensi mempertahankan tekanan militer, blokade laut, dan sanksi ekonomi terhadap Teheran.
Analisa Newsmaker : mandeknya dialog dapat mempertahankan premi risiko pada minyak dan membuka peluang kenaikan apabila serangan terhadap kapal kembali terjadi. Emas juga berpotensi mendapat dukungan dari permintaan aset aman, sedangkan dolar dapat memperoleh dorongan dari arus safe haven dan meningkatnya ekspektasi suku bunga akibat tekanan inflasi energi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id