
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas masih mendapat dukungan kuat meskipun Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga. Setelah emas spot bergerak di sekitar area US$4.350 per troy ounce, prospek logam mulia tetap positif karena pasar menilai kenaikan suku bunga The Fed tidak akan menghentikan tren penguatan emas dalam jangka panjang.
Pandangan bullish terhadap emas tetap dipertahankan setelah keputusan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan membuka peluang kenaikan tambahan. Kebijakan moneter yang lebih ketat memang dapat memberikan tekanan terhadap emas dalam jangka pendek melalui kenaikan yield dan berkurangnya permintaan aset tanpa imbal hasil, namun sebagian dampaknya dinilai sudah tercermin dalam pergerakan pasar.
Proyeksi jangka panjang terhadap emas masih menunjukkan potensi kenaikan. Emas diperkirakan dapat terus bergerak lebih tinggi hingga mencapai sekitar US$5.400 per troy ounce pada akhir 2027. Sementara untuk estimasi akhir tahun ini, proyeksi nilai wajar emas berada di sekitar US$4.650 per troy ounce, masih berada di atas harga pasar saat ini.
Salah satu faktor utama yang menopang emas adalah kuatnya permintaan dari bank sentral global. Pembelian emas oleh bank sentral masih menjadi pendorong struktural utama pasar, dengan laju pembelian yang tetap jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelum 2022. Kondisi ini menunjukkan bahwa emas masih dipandang sebagai aset strategis untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter.
Selain permintaan bank sentral, emas juga mendapatkan dukungan dari meningkatnya kebutuhan lindung nilai terhadap risiko makroekonomi. Ketidakpastian arah suku bunga, kebijakan pemerintah, serta kondisi geopolitik membuat investor tetap mempertahankan eksposur terhadap emas meskipun volatilitas harga masih tinggi.
Analisis Newsmaker: Prospek emas tetap positif, tetapi jalurnya kemungkinan tidak akan bergerak lurus. Dalam jangka pendek, kebijakan The Fed yang masih hawkish dan potensi penguatan dolar dapat membatasi kenaikan emas. Namun, jika bank sentral global terus meningkatkan cadangan emas dan tekanan terhadap suku bunga mulai mereda, emas masih memiliki peluang melanjutkan tren penguatan dalam jangka panjang. (arl)
Sumber : Newsmaker.id