
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berharap perang melawan Iran segera berakhir meskipun konflik memasuki bulan ketujuh dan meluas ke Yaman. Pernyataan tersebut muncul ketika pesawat tempur Arab Saudi menggempur wilayah Yaman, sementara kelompok Houthi meluncurkan drone dan rudal ke sejumlah kota Saudi.
Kelompok Houthi yang didukung Iran memperluas pengaruh Teheran melalui pergerakannya di sepanjang Laut Merah. Serangan mereka turut merusak pipa minyak East-West milik Arab Saudi sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. AS kemudian memperketat peringatan perjalanan dan melarang pegawai pemerintahnya mendekati perbatasan Saudi–Yaman.
Di tengah meningkatnya pertempuran, Trump mengklaim Iran menginginkan kesepakatan dan telah berkomunikasi langsung dengan pemerintahannya. Namun, ia tidak menjelaskan isi pembicaraan maupun bentuk kesepakatan yang sedang dipertimbangkan.
Meluasnya perang ke Yaman mengancam memperburuk gangguan pasokan minyak akibat terhambatnya pelayaran melalui Selat Hormuz. Jalur tersebut sebelumnya membawa sekitar 20% minyak dan LNG dunia, sementara penutupan berkepanjangan pipa East-West berpotensi menghilangkan hingga 4% pasokan minyak global.
Harga Brent sempat berada di sekitar US$108 per barel sebelum turun 1,2% menjadi US$104,59 pada awal perdagangan Kamis. WTI juga melemah 1,1% ke US$101,29 setelah muncul laporan bahwa Arab Saudi menawarkan tambahan pengiriman minyak melalui Oman. Meski harga terkoreksi, risiko geopolitik tetap tinggi dan dapat kembali mendorong minyak apabila serangan terhadap infrastruktur energi berlanjut.