
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo di sekitar Selat Hormuz. Iran menyebut kapal tersebut melakukan “lintasan ilegal” dan mengatakan kapal berhenti setelah mengalami kebakaran akibat insiden tersebut.
IRGC menyatakan masih memiliki kendali atas jalur strategis Selat Hormuz dan menegaskan tidak akan membiarkan kapal dari pihak yang dianggap sebagai ancaman melewati kawasan tersebut. Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena menjadi penghubung utama antara kawasan Teluk Persia dan pasar global.
Sementara itu, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan adanya insiden keamanan di sekitar Selat Hormuz, sekitar 16 mil laut timur laut Khasab, Oman. Namun, laporan tersebut belum memberikan rincian mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya sedang mendekati keputusan besar terkait kemungkinan melanjutkan serangan skala besar terhadap Iran. Washington disebut masih mencari langkah untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan, sementara ketegangan antara kedua pihak terus memberikan tekanan terhadap stabilitas kawasan.
Analisis Newsmaker: Insiden terbaru di Selat Hormuz kembali menunjukkan bahwa risiko geopolitik Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang diperhatikan pasar global. Setiap gangguan terhadap jalur pelayaran tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan energi dan perdagangan internasional. Meski upaya diplomasi terus berjalan, pasar akan tetap mencermati perkembangan konflik Iran, langkah Amerika Serikat, serta keamanan jalur laut strategis di kawasan tersebut. (asd)