
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran saling melancarkan serangan melintasi perbatasan. Eskalasi konflik yang meluas ke wilayah Yaman dan Saudi meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, terutama karena jalur perdagangan energi global seperti Laut Merah dan Selat Hormuz berada dalam risiko gangguan.
Serangan terbaru dilaporkan terjadi di wilayah Hajjah dekat perbatasan Saudi serta wilayah Taiz di Yaman. Arab Saudi juga melaporkan seorang warga Yaman tewas akibat puing drone yang berhasil dicegat di wilayah Taif. Insiden tersebut menjadi korban pertama yang diumumkan Riyadh sejak serangkaian serangan Houthi kembali jiwa meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Risiko terhadap pasokan energi global juga meningkat setelah Iran melaporkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo mengalami kebakaran setelah terkena serangan saat melintasi Selat Hormuz. Iran menyebut kapal tersebut melakukan “lintasan ilegal”, sementara kejadian tersebut meningkatkan perhatian pasar terhadap jalur keamanan pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
Meluasnya konflik ke Yaman dan Arab Saudi juga mengancam jalur alternatif ekspor minyak dari kawasan Teluk melalui Laut Merah. Di sisi lain, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih menghadapi tekanan akibat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat pasar energi tetap mewaspadai potensi gangguan pasokan, meskipun harga minyak mulai mengalami koreksi dari level tertingginya.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya sedang mengambil keputusan penting terkait langkah berikutnya terhadap Iran, termasuk kemungkinan melakukan serangan besar kembali. Sementara itu, upaya diplomasi masih menjadi perhatian menjelang Sidang Majelis Umum PBB, di mana isu konflik Iran diperkirakan menjadi salah satu pembahasan utama. Konflik ini juga memberikan tekanan politik karena kenaikan harga energi mulai menjadi perhatian masyarakat Amerika Serikat.
Analisis Newsmaker: Eskalasi Saudi-Houthi menunjukkan bahwa risiko geopolitik Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pasar global. Selain ancaman terhadap energi, konflik ini juga meningkatkan risiko terhadap jalur perdagangan internasional dan stabilitas kawasan. Ke depan, pasar akan mencermati langkah Amerika Serikat terhadap Iran, keamanan Selat Hormuz, serta apakah jalur diplomasi mampu menahan perluasan konflik. (asd)