
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mendukung penggunaan kekuatan finansial AS sebagai instrumen kebijakan luar negeri. Washington dinilai dapat memanfaatkan neraca pemerintah, dukungan keuangan, intervensi mata uang hingga kebijakan perdagangan untuk memperkuat kepentingan Amerika sekaligus mendukung negara yang dipandang sebagai sekutu strategis.
Dalam sebuah acara di SMU Cox School of Business, Bessent mengatakan pemerintah AS dapat menggunakan kapasitas finansial negara ketika memiliki tujuan kebijakan luar negeri tertentu. Salah satu fokusnya adalah memperluas jaringan sekutu Amerika Serikat, terutama di kawasan Western Hemisphere.
Argentina menjadi salah satu contoh strategi tersebut. Pemerintah AS sebelumnya memberikan paket dukungan bernilai miliaran dolar untuk membantu menstabilkan mata uang Argentina dan mendukung kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Javier Milei. Bessent menilai pemerintahan Milei menjalankan kebijakan ekonomi yang tepat dan layak mendapat dukungan Washington.
Pernyataan Bessent sekaligus menjadi pengakuan terbuka bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump bersedia menggunakan sumber daya finansial AS untuk memengaruhi perkembangan ekonomi dan politik di luar negeri. Selain dukungan langsung, pemerintahan Trump juga telah menggunakan tarif sebagai salah satu instrumen kebijakan luar negeri.
Bessent juga menyinggung intervensi bersama AS dan Jepang pada 31 Juli untuk membeli yen. Langkah langka tersebut dilakukan guna mencegah pelemahan tajam yen dan tekanan pada obligasi pemerintah Jepang berkembang menjadi gangguan yang lebih luas terhadap pasar keuangan global. Ia juga mengindikasikan Washington memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai arah kebijakan Bank of Japan dan pemerintah Jepang.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan finansial AS berpotensi semakin terintegrasi dengan strategi geopolitik Washington. Bagi pasar, penggunaan dolar, Treasury, tarif, sanksi, dukungan likuiditas maupun intervensi mata uang sebagai instrumen kebijakan luar negeri dapat meningkatkan sensitivitas investor terhadap keputusan pemerintah AS, terutama ketika ketegangan geopolitik dan perdagangan global kembali meningkat.
Dampak ke Market :
Jangan diartikan Bessent mau langsung “memainkan Treasury” malam ini. Pernyataannya lebih luas: AS bersedia memakai financial power untuk mencapai tujuan geopolitik. Contohnya sudah terlihat pada bantuan Argentina, intervensi yen, serta penggunaan tarif.
Untuk dolar AS, efeknya bisa dua arah. Status dolar dan kedalaman pasar Treasury adalah sumber kekuatan Washington, sehingga penggunaan instrumen finansial yang efektif bisa mempertegas dominasi AS. Tetapi kalau negara lain semakin khawatir terhadap “weaponization” sistem keuangan AS, dalam jangka panjang hal itu juga bisa mendorong diversifikasi cadangan dari dolar.
Untuk Gold, ini cukup menarik. Semakin sering keuangan dipakai sebagai instrumen geopolitik, semakin besar alasan bank sentral atau investor mencari diversifikasi ke aset yang tidak memiliki risiko kredit negara lain salah satunya emas. Jadi untuk horizon panjang, narasi ini cenderung mendukung Gold.
Tapi untuk pergerakan emas hari ini belum cukup menjadi katalis utama. Gold masih jauh lebih sensitif terhadap yield Treasury, USD, harga minyak, PPI–CPI, dan ekspektasi suku bunga The Fed. Kalau pernyataan Bessent berkembang menjadi kebijakan baru,misalnya sanksi finansial besar, intervensi mata uang, atau penggunaan Treasury secara strategis dampaknya ke Gold bisa jauh lebih besar. (CP)