
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Harapan terhadap terobosan diplomatik di Timur Tengah kembali melemah setelah pertemuan antara Iran dan sejumlah negara Teluk yang dijadwalkan berlangsung Senin ditunda. Oman mengatakan penundaan dilakukan demi mencapai konsensus yang lebih luas di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Iran sebelumnya berencana menghadiri pertemuan tersebut untuk membahas kesepakatan sementara terkait jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Jalur tersebut sangat penting bagi perdagangan energi global dan sebelum konflik menjadi tempat lewatnya sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Penundaan terjadi ketika situasi keamanan di Hormuz justru kembali memburuk. UKMTO melaporkan sebuah kapal terkena proyektil dan terbakar, sementara Iran menyebut satu orang tewas serta empat awak terluka dalam serangan terhadap kapal komersialnya. Lalu lintas kapal komoditas melalui Hormuz juga turun tajam pada akhir pekan.
Tekanan regional semakin besar setelah Arab Saudi menutup pipa East-West akibat serangan, sementara Houthi terus meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Bab el-Mandeb. Kondisi ini membuat negara-negara Teluk menghadapi pilihan sulit antara menanggung tekanan ekonomi yang semakin besar atau kembali membuka jalur diplomasi dengan Iran.
Harga minyak merespons situasi tersebut dengan kenaikan lebih dari 3% pada perdagangan Senin. Gangguan pada pipa Saudi, ketidakpastian Hormuz, dan ancaman terhadap Bab el-Mandeb membuat pasar kembali memperhitungkan risiko terganggunya jutaan barel pasokan minyak per hari.
Analisa Newsmaker: tertundanya pertemuan Iran dan negara-negara Teluk memperkecil peluang deeskalasi dalam waktu dekat. Selama jalur diplomasi belum menghasilkan kesepakatan dan risiko keamanan di Hormuz serta Bab el-Mandeb tetap tinggi, pasar energi berpotensi mempertahankan premi risiko yang besar. (arl)
Sumber : Newsmaker.id