
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent menyambut keputusan Uni Eropa yang secara resmi mendukung “Operation Economic Outcast,” kampanye sanksi yang dipimpin Washington untuk membatasi akses Iran terhadap sistem keuangan global. Langkah tersebut memperluas tekanan terhadap Teheran, tidak hanya melalui jalur militer tetapi juga lewat instrumen ekonomi.
Bessent mengatakan dukungan cepat dari Uni Eropa menunjukkan semakin kuatnya sikap internasional terhadap Iran. Menurutnya, Washington bersama para sekutunya berkomitmen memutus jalur keuangan yang masih dapat digunakan Teheran untuk menopang program nuklir, pengembangan senjata, serta kelompok-kelompok sekutunya di kawasan.
Uni Eropa sebelumnya menyatakan dukungan terhadap upaya untuk menghentikan aktivitas Iran yang dinilai mengganggu stabilitas kawasan sekaligus mendorong dimulainya kembali perundingan damai. Brussels juga mendukung penggunaan Operation Economic Outcast sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap pemerintah Iran.
Dukungan tersebut muncul ketika para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 bertemu di Asheville, North Carolina. Pemerintah AS menilai koordinasi dengan negara-negara mitra menjadi penting untuk membatasi kemampuan Iran mengakses pendanaan internasional di tengah konflik yang terus berlangsung.
Pemerintahan Donald Trump meluncurkan Operation Economic Outcast pada akhir Agustus. Kampanye tersebut menargetkan sejumlah jalur ekonomi strategis Iran, termasuk akses terhadap aset digital, pengadaan teknologi canggih, cadangan emas, penerbangan komersial, serta sektor pelayaran.
Iran mengecam langkah Uni Eropa tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyebut kebijakan itu sebagai bentuk dukungan terhadap “terorisme ekonomi” Washington dan menuduh Uni Eropa menyerahkan kedaulatan serta kebijakan ekonominya kepada tekanan Amerika Serikat.
Meningkatnya koordinasi sanksi antara AS dan Uni Eropa berpotensi semakin mempersempit akses Iran terhadap pembiayaan, perdagangan, dan sistem pembayaran internasional. Pasar juga akan mencermati dampaknya terhadap ketegangan geopolitik Timur Tengah, terutama jika tekanan ekonomi baru memicu respons lanjutan dari Teheran.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id