
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Inflasi produsen AS meningkat pada Agustus, tetapi tekanan harga inti justru lebih rendah dari perkiraan pasar. Producer Price Index (PPI) naik 0,4% secara bulanan, sesuai konsensus dan lebih tinggi dari kenaikan 0,1% pada Juli yang telah direvisi pada hari Kamis (10/9).
Kenaikan tersebut menjadi yang terbesar dalam tiga bulan terakhir. Harga barang melonjak 1,1% setelah mengalami penurunan dalam dua bulan sebelumnya, dengan harga bahan bakar diesel mencatat kenaikan tajam sebesar 24,1%. Sementara itu, harga jasa hanya meningkat 0,1%.
Meski headline PPI menunjukkan tekanan harga yang lebih kuat, Core PPI yang mengecualikan makanan dan energi hanya naik 0,2% secara bulanan. Angka itu melambat dari 0,3% pada Juli dan lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 0,3%.
Secara tahunan, inflasi produsen inti tercatat sebesar 4,6%. Data tersebut menunjukkan lonjakan harga energi belum sepenuhnya menyebar ke komponen dasar inflasi produsen, sehingga memberikan sedikit sinyal bahwa tekanan inflasi yang lebih luas masih relatif terkendali.
Hasil ini menjadi penting menjelang rilis Consumer Price Index pada Jumat dan keputusan suku bunga Federal Reserve pekan depan. Pasar akan menilai apakah kenaikan harga energi hanya mendorong headline inflation atau mulai merembet ke barang dan jasa lainnya.
Analisa Newsmaker: hasil PPI kali ini cenderung campuran. Headline 0,4% menunjukkan inflasi masih tinggi, tetapi Core PPI 0,2% yang lebih rendah dari perkiraan mengurangi kekhawatiran bahwa tekanan harga telah menyebar luas. Bagi dolar dan yield Treasury, data ini tidak memberikan sinyal hawkish sekuat yang dikhawatirkan sebelumnya. Untuk emas, hasil tersebut relatif mendukung selama pasar lebih fokus pada melemahnya inflasi inti, namun arah selanjutnya tetap sangat bergantung pada CPI. (arl)
Sumber : Newsmaker.id