Nikkei Berhenti Ngebut—AI Mulai Diragukan?
Indeks Nikkei 225 turun 0,1% dan ditutup di 53.323 pada Jumat(30/1), memutus tren naik tiga hari beruntun. Tekanan terbesar datang dari saham teknologi, karena pasar mulai khawatir apakah investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI) masih bisa terus dipertahankan. Sentimen ikut melemah setelah futures AS turun, sehingga bursa Jepang ikut terbawa mood negatif.
Pasar juga gelisah karena spekulasi Presiden AS Donald Trump akan memilih mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai ketua bank sentral berikutnya. Warsh dianggap lebih “agresif”, sehingga investor takut arah kebijakan The Fed bisa lebih ketat dari yang diperkirakan. Di dalam negeri, investor Jepang juga cenderung hati-hati menjelang pemilihan cepat DPR pada 8 Februari, yang menambah alasan pasar memilih mode tunggu.
Di papan saham, penurunan sektor teknologi dipimpin oleh Advantest yang jatuh 5%, Lasertec turun 2,9%, dan Keyence melemah 4%. Namun tidak semua buruk: Kioxia Holdings, perusahaan penyimpanan data, justru melonjak 11% ke rekor tertinggi baru menjelang rilis laporan keuangan pada 12 Februari. Secara keseluruhan, Nikkei mencatat penurunan untuk minggu kedua berturut-turut, tetapi tetap menutup bulan dengan kenaikan hampir 6%. (az)
Sumber: Newsmaker.id