Bursa Eropa Tertahan Dekat Level Terendah Dua Pekan
Bursa saham Eropa bergerak relatif datar pada perdagangan Rabu setelah mengalami tekanan tajam pada sesi sebelumnya. Indeks Stoxx Europe 600 bertahan dekat level terendah dalam dua pekan setelah pada Selasa mencatat penurunan harian terbesar dalam hampir satu bulan.
Pergerakan indeks utama kawasan juga masih terbatas. DAX Jerman turun sekitar 0,2%, sementara CAC 40 Prancis menguat tipis sekitar 0,2%. FTSE 100 Inggris dan IBEX 35 Spanyol bergerak relatif datar, menunjukkan investor masih enggan mengambil posisi besar setelah aksi jual sebelumnya.
Tekanan pasar belum sepenuhnya hilang setelah lonjakan yield obligasi global meningkatkan biaya pendanaan dan menekan valuasi saham. Investor semakin berhati-hati terhadap saham dengan sensitivitas tinggi terhadap suku bunga setelah yield jangka panjang di sejumlah negara maju mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun hingga dekade.
Sentimen juga masih dibayangi ketegangan di Teluk Persia dan tingginya harga minyak. Risiko gangguan pasokan energi akibat konflik AS-Iran kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi, sehingga menambah tekanan bagi perekonomian Eropa yang sangat sensitif terhadap perubahan biaya energi.
Perhatian pasar kini beralih ke sinyal dari Presiden ECB Christine Lagarde serta risalah pertemuan Federal Reserve Juli. Investor ingin mengetahui apakah bank sentral akan lebih fokus pada risiko inflasi yang kembali meningkat atau pelemahan aktivitas ekonomi yang mulai terlihat.
Analisis Newsmaker: Bursa Eropa masih berada dalam fase konsolidasi setelah aksi jual tajam. Penurunan yield atau sinyal bank sentral yang lebih dovish dapat membuka peluang technical rebound. Namun, jika minyak kembali melonjak dan yield tetap tinggi, tekanan terhadap saham Eropa berpotensi berlanjut, terutama pada sektor yang sensitif terhadap konsumsi dan biaya pendanaan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id