Brent Masih Bullish, Hormuz dan Stok AS Jadi Penentu Hari Ini
Harga minyak masih mempertahankan momentum positif pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026. Brent pagi ini bergerak di kisaran US$91,3–US$91,8 per barel, sementara WTI berada di sekitar US$85,3. Minyak telah menguat selama empat sesi berturut-turut dan sebelumnya mencatat penutupan tertinggi sejak 24 Juli, menunjukkan buyer masih mempertahankan kendali dalam jangka pendek.
Dari sisi fundamental, faktor bullish terbesar tetap berasal dari kebuntuan AS-Iran dan Selat Hormuz. Presiden Donald Trump menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran, sementara Teheran menyatakan Hormuz masih ditutup hingga sejumlah tuntutannya dipenuhi. Gencatan senjata sementara juga telah berakhir tanpa kesepakatan baru, sehingga pasar belum melihat peluang normalisasi arus minyak dalam waktu dekat.
Risiko pasokan memang masih tinggi, tetapi ada faktor yang menahan Brent agar tidak langsung melonjak jauh. Arab Saudi telah kembali melakukan sebagian pemuatan minyak, perusahaan pelayaran China mulai mengambil kargo dari luar Teluk, sementara Irak menyiapkan mekanisme baru untuk mengekspor minyak melalui beberapa jalur alternatif mulai September. Artinya, pasokan belum benar-benar terputus meskipun lalu lintas kapal melalui Hormuz yang terpantau masih sangat terbatas.
Fokus fundamental berikutnya datang dari persediaan minyak AS. Data API menunjukkan stok crude dan distilat turun pada pekan lalu, sementara persediaan bensin meningkat. Pasar kini menunggu laporan resmi EIA, dengan konsensus memperkirakan stok minyak mentah turun sekitar 600 ribu barel. Jika EIA menunjukkan penurunan stok yang lebih besar, Brent berpotensi mendapatkan dorongan tambahan; sebaliknya, kejutan kenaikan stok dapat menjadi alasan untuk profit taking.
Secara teknikal, struktur jangka pendek Brent masih bullish setelah mencatat kenaikan empat sesi beruntun. Berdasarkan price action terbaru, US$91 menjadi area support terdekat dan level psikologis US$90 menjadi pertahanan utama buyer. Di sisi atas, US$92 menjadi resistance pertama. Breakout yang kuat di atas area tersebut berpotensi membuka jalan menuju US$93–US$95. Ini merupakan pembacaan teknikal dari struktur harga terbaru, bukan level resmi dari bursa.
Analisis Newsmaker: bias minyak hari ini masih bullish, tetapi mulai rawan profit taking karena Brent sudah mengalami reli beberapa hari. Selama harga bertahan di atas US$90–US$91, buyer masih memiliki peluang membawa Brent menuju US$92 lalu US$93–US$95. Sebaliknya, jika US$90 ditembus, koreksi dapat meluas menuju US$89–US$88. Katalis terbesar hari ini adalah perkembangan Hormuz dan laporan stok EIA AS—dua faktor ini yang berpotensi menentukan apakah reli Brent berlanjut atau mulai terkoreksi.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id