NFP Jeblok, Wall Street Cetak Rekor
Wall Street menguat pada perdagangan Jumat (7/8) setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan tajam. S&P 500 naik 0,6% dan mencetak rekor baru, Nasdaq 100 melonjak 1,2%, sementara Dow Jones menguat 0,3%.
Sentimen pasar membaik setelah Nonfarm Payrolls Juli turun 23 ribu pekerjaan. Data Mei dan Juni juga direvisi turun total 103 ribu, menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS ternyata lebih lemah dari yang sebelumnya diperkirakan.
Pertumbuhan upah ikut melambat, sementara tingkat partisipasi tenaga kerja kembali turun. Tingkat pengangguran memang turun menjadi 4,1%, tetapi pasar melihat laporan tersebut sebagai tanda bahwa tekanan dari sektor tenaga kerja terhadap inflasi mulai berkurang.
Data yang lemah membuat investor mengurangi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Yield obligasi AS turun dan dolar ikut melemah, sementara pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya kemungkinan baru terjadi menjelang akhir 2026.
Sentimen saham juga terbantu laporan bahwa Amerika Serikat dapat mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran jika kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz tercapai. Kabar tersebut menekan harga minyak pada akhir perdagangan dan membantu meredakan kekhawatiran inflasi.
Analisis Newsmaker: NFP yang lemah menjadi sentimen positif bagi Wall Street karena mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga. Selama pasar tenaga kerja melemah secara bertahap tanpa memicu kekhawatiran resesi, saham berpeluang tetap mendapat dukungan. Namun, lonjakan inflasi atau minyak masih dapat mengubah ekspektasi suku bunga dengan cepat. (arl)
Sumber: Newsmaker.id