Emas Cetak Pekan Terbaik Sejak Januari
Harga emas melonjak tajam pada perdagangan Jumat (7/8) dan menuju kinerja mingguan terbaik sejak akhir Januari. Emas spot naik sekitar 2,4% ke US$4.343 per troy ons, sementara emas berjangka menguat ke sekitar US$4.403. Sepanjang pekan, keduanya sudah naik lebih dari 7%.
Pendorong utama datang dari data Nonfarm Payrolls AS yang mengecewakan. Ekonomi Amerika kehilangan 23 ribu pekerjaan pada Juli, jauh dari perkiraan kenaikan 85 ribu. Data Mei dan Juni juga direvisi turun total 103 ribu pekerjaan, menunjukkan pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum.
Data tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar 44%, dari 55% sehari sebelumnya. Turunnya ekspektasi suku bunga ikut menekan dolar dan yield obligasi AS, sehingga memberikan dukungan kuat bagi emas.
Meski begitu, The Fed masih menghadapi dilema. Pasar tenaga kerja melemah, tetapi risiko inflasi masih tinggi karena harga minyak tetap sensitif terhadap konflik di Timur Tengah. Kondisi ini membuat kebijakan suku bunga The Fed masih sulit diprediksi.
Dari sisi geopolitik, Iran disebut semakin dekat mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, laporan mengenai serangan Iran dan rencana melarang kapal AS serta Israel masih membuat pasar berhati-hati terhadap risiko gangguan pasokan energi.
Analisis Newsmaker: Momentum emas saat ini masih sangat bullish karena kombinasi NFP yang lemah, penurunan dolar, yield, dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun setelah reli lebih dari 7% dalam sepekan, risiko profit taking mulai meningkat. Selama sentimen The Fed tetap dovish, emas masih berpeluang bertahan di area tinggi. (arl)
Sumber: Newsmaker.id