Hormuz Mereda, Saham Asia Ikuti Reli Wall Street
Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Rabu(5/8) setelah optimisme terhadap kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran meredakan kekhawatiran mengenai pasokan energi. Indeks MSCI Asia Pasifik naik sekitar 1,1%, mengikuti penguatan Wall Street yang kembali mencetak rekor.
Saham Korea Selatan memimpin kenaikan dengan lonjakan sekitar 3,5%. Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing menguat lebih dari 4% setelah saham semikonduktor AS mencatat reli empat hari terbaik sejak 2020. Minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan kembali meningkat, sementara pasar saham Australia mencapai rekor tertinggi.
Namun, kehati-hatian masih terlihat pada sektor teknologi. Saham SpaceX turun sekitar 7% dalam perdagangan setelah jam bursa setelah perusahaan memperkirakan pengeluaran bisnis AI yang lebih besar. AMD juga merosot 9% karena prospek kinerjanya dinilai mengecewakan pasar.
Harga minyak Brent kembali turun mendekati US$79 per barel seiring meningkatnya peluang pembukaan kembali Selat Hormuz. Qatar menyatakan sebuah proposal telah disusun, sementara pejabat AS dan Iran memberikan sinyal positif mengenai kemajuan pembicaraan, meskipun belum ada kesepakatan final.
Penurunan minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan menekan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,61%, indeks dolar bergerak sedikit melemah, sedangkan emas naik ke kisaran US$4.080 per troy ons.
Analisis Newsmaker: Sentimen pasar Asia masih cenderung positif selama harga minyak melanjutkan penurunan dan pembicaraan Hormuz menunjukkan kemajuan. Saham teknologi dan semikonduktor berpeluang menjadi penopang utama. Namun, optimisme kesepakatan sudah cukup besar tercermin dalam harga, sehingga kegagalan negosiasi atau serangan baru dapat memicu kenaikan minyak dan aksi ambil untung pada saham.(gn)
Sumber: Newsmaker.id