Sinyal Iran Kabur, Emas Bertahan
Harga emas menguat pada awal perdagangan Eropa, Selasa (4/8). Sekitar pukul 15.56 WIB, emas spot berada di kisaran US$4.061,80–US$4.061,96 per troy ounce, naik sekitar 0,2% dari sesi sebelumnya.
Penguatan emas didukung ketidakpastian hubungan Amerika Serikat dan Iran. Washington menyatakan pembicaraan masih berlangsung, sementara Teheran membantah adanya negosiasi langsung. Perbedaan pernyataan tersebut menjaga permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
Pasar juga masih menilai arah kebijakan Federal Reserve setelah bank sentral mempertahankan suku bunga. Investor menghadapi dua sentimen berlawanan, yaitu risiko inflasi yang masih tinggi dan tanda bahwa momentum ekonomi mulai melambat.
Fokus berikutnya tertuju pada data tenaga kerja AS, mulai dari laporan lowongan pekerjaan, ADP, hingga Nonfarm Payrolls pada Jumat. Data yang lebih lemah berpotensi menekan dolar dan mendukung emas, sedangkan hasil yang kuat dapat meningkatkan peluang kenaikan suku bunga.
Analisis Newsmaker: Emas masih berpeluang menguat selama bertahan di atas US$4.050. Penembusan area US$4.070–US$4.080 dapat membuka jalan menuju US$4.100. Sebaliknya, penurunan di bawah US$4.050 berisiko membawa harga kembali menguji US$4.030–US$4.020.(yds)
Sumber: Newsmaker.id